Demokrasi Liberal Membuat Rakyat Jadi Budak

20130817-03BursahZanubi-PGK_aljonalisagara-bk

[ A+ ] /[ A- ]

JAKARTA | BeritaKedaulatan.com – Negara Indonesia yang didirikan 68 tahun silam, yang diyakini melewati proses partai politik berbiaya tinggi hanya melahirkan kesenjangan antara pemimpin dan rakyatnya, kekuasaan menjadi satu-satunya tujuan.

Arus globalisasi selama kepemimpinan bangsa, rakyat hanya dijadikan pelengkap legitimasi prosedur demokrasi, demokrasi tersebut menggilas siapapun yang merintanginya. Situasi ini menjadikan, “Para pemimpin politik dan penyelenggara kekuasaan justru semakin imune (keba),” kata Bursah Zanubi ketika berorasi sekaligus pendeklarasian Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK), di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2013).

Bursah yang ditunjuk sebagai ketua umum PGK juga menyebutkan, pasca reformasi 1998 negara mempraktikan model kebebasan politik demokrasi liberal. Sekitar 74% kekayaan sektor Minyak dan Gas (Migas) negara dikuasai oleh asing, Industri perbankan terus merosot dari 42% (1998) menjadi 19% (2011), kemudian tergerusnya aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 44% (1998) menjadi 39% (2011).

Selanjutnya lagi, total penguasaan industri Perbankan Indonesia mencapai 62,87% telah dikuasai asing. Belum lagi penguasaan di sektor strategis lainnya seperti Telekomunikasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertambangan, Perkebunan. “Rakyat tak lebih dari (menjadi) budak-budak politik yang dieksploitasi… demi kekuasaan,” pungkasnya.

Mengenai perilaku politik demokrasi liberal tersebut, dikatakan oleh Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie bahwa, pemerintah tidak adil pada kekayaan sumber daya alam yang ada (SDA), kekayaan negara malah menjadi malapetaka bagi rakyat.

Jimly membenarkan dampak malapetaka yang ditimbulkan sebagaimana terjadi kerugian negara pada sektor Migas di Indonesia oleh SKK-MIGAS. “Sesudah kita merdeka ini (Kekayaan alam) jadi bahan bancaan anak bangsa sendiri, nah itu termasuk SKK MIGAS, kedepan kita harus beri perhatian serius bagaimana kita mengelola secara berkeadilan, kekayaan sumber daya alam kita itu dikelola secara tepat untuk kepentingan seluruh rakyat, secara berkeadilan jangan hanya dinikmati orang perorang,” tutup Jimly. (SURK-BK)

 www.beritakedaulatan.com
redaksi@beritakedaulatan.com
@BKindonesia

FOTO: Ketua Umum Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK) Bursah Zanubi membacakan orasi bertepatan saat pelaksanaan deklarasi ormas PGK, di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2013). (BK)

QR Code - Take this post Mobile!
Gunakan scan kode QR (Quick Response) ini lewat QR Scanner yang ada pada mobilephone Anda. Kode ini terdapat url-Link dari halaman posting ini. Berbagi link secara mobile dan sebagai sarana penyimpanan arsip anda. www.beritakedaulatan.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 − seven =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Rimons twitter widget by Rimon Habib